Layanan Pemeriksaan IVA Puskesmas Batua

20150429_105911Pemeriksaan IVA (inspeksi visual dengan asam asetat) adalah Suatu teknik pemeriksaan  yang dilakukan oleh tenaga terlatih  untuk mendeteksi secara dini kanker leher rahim dengan mengamati dengan menggunakan speculum,melihat leher rahim yang telah di pulas asam asetat 3-5%

Tujuan dari pemeriksaan ini  Mendeteksi secara dini kanker payudara dan kanker leher rahim

Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan skrining alternatife dari pap smear karena biasanya murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi.
Pada pemeriksaan ini, pemeriksaan dilakukan dengan cara melihat serviks yang telah diberi asam asetat 3-5% secara inspekulo. Setelah serviks diulas dengan asam asetat, akan terjadi perubahan warna pada serviks yang dapat diamati secara langsung dan dapat dibaca sebagai normal atau abnormal. Dibutuhkan waktu satu sampai dua menit untuk dapat melihat perubahan-perubahan pada jaringan epitel.

Langkah-langkah pemeriksaan IVA

  • Memasang speculum dan menyesuaikannya sehingga seluruh leher rahim dapat terlihat.
  • Memasang cocor bebek speculum dalam posisi terbuka sehingga speculum tetap berada di tempatnya agar leher rahim dapat terlihat.
  • Memindahkan lampu/ senter sehingga dapat melihat leher rahim dengan jelas.
  • Memeriksa leher rahim apakah curiga kanker serviks atau terdapat servisitis, ektropion, tumor, ovula naboti atau luka. Bila curiga kanker serviks pemeriksaan diakhiri.
  • Menggunakan Swab kapas yang bersih untuk menghilangkan cairan, darah, atau mukosa dalam leher rahim.
  • Mengidentifikasi Ostium Uteri, SSK( sambungan skuamo koloumnar) dan zona transformasi. Bila SSK tidak ditampakkan, pemeriksaan IVA tidak dilanjutkan dan bila memungkinkan lanjutkan dengan prosedur pemeriksaan test Pap.
  • Mencelupkan Swab bersih kedalam cairan Asam Asetat lalu mengoleskan pada leher rahim. Membuang Swab kapas kedalam kantong plastic.
  • Menunggu minimal 1 menit agar asam Asetat terserap dan tampak perubahan warna putih yang disebut dengan Lesi putih.
  • Bila perlu, oleskan kembali asam asetat atau usap leher rahim dengan Swab bersih untuk menghilangkan Mukosa, darah atau debris.
  • Bila pemeriksaan visual telah selesai, gunakan Swab baru untuk menghilangkan sisa cairan asam asetat dari leher rahim dan vagina.
  • Melepaskan speculum dan melakukan dekontaminasi dengan meletakkan speculum dalam larutan clorin 0,5 % selama 10 menit.
  • Melakukan pemeriksaan Bimanual.

PENATALAKSANAAN IVA
Pemeriksaan IVA dilakukan dengan spekulum melihat langsung leher rahim yang telah dipulas dengan larutan asam asetat 3-5%, jika ada perubahan warna atau tidak muncul plak putih, maka hasil pemeriksaan dinyatakan negative. Sebaliknya jika leher rahim berubah warna menjadi merah dan timbul plak putih, maka dinyatakan positif lesi atau kelainan pra kanker.
Namun jika masih tahap lesi, pengobatan cukup mudah, bisa langsung diobati dengan metode Krioterapi atau gas dingin yang menyemprotkan gas CO2 atau N2 ke leher rahim. Sensivitasnya lebih dari 90% dan spesifitasinya sekitar 40% dengan metode diagnosis yang hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit

Kalau hasil dari test IVA dideteksi adanya lesi prakanker, yang terlihat dari adanya perubahan dinding leher rahim dari merah muda menjadi putih, artinya perubahan sel akibat infeksi tersebut baru terjadi di sekitar epitel. Itu bisa dimatikan atau dihilangkan dengan dibakar atau dibekukan. Dengan demikian, penyakit kanker yang disebabkan human papillomavirus (HPV) itu tidak jadi berkembang dan merusak organ tubuh yang lain

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *