Sudahkah anak imunisasi difteri di ORI putaran pertama? Bagaimana bila belum?

Penyakit difteri sangat berbahaya karena mudah menyebar dari pasien yang sakit melalui percikan ludah, dan kontak kulit. Setiap orang diwajibkan untuk melakukan vaksin difteri dan melakukan ORI serta melakukan imunisasi lengkap untuk menghindari penyakit difteri.

Bila si kecil yang berusia antara 1 tahun sampai kurang dari 19 tahun, dan belum mendapatkan vaksin di putaran pertama, tidak perlu khawatir. Lapor ke petugas kesehatan untuk mendapatkan ORI pertama. Waktunya dilaksanakan bersamaan ORI putaran kedua bagi anak yang telah mendapatkan ORI sebulan lalu.

Bagi yang sudah melakukan imunisasi difteri pertama, lakukan imunisasi ulang difteri sebulan setelah yang pertama. Sementara ORI putaran ketiga dilakukan 6 bulan kemudian.

ORI Difteri perlu dilakukan 3 kali untuk membentuk kekebalan tubuh anak dari bakteri corynebacterium diphteriae.

 

Tak perlu khawatir kehabisan vaksin, karena menurut Dirut Biofarma, Indonesia merupakan negara yang paling maju dalam memproduksi vaksin.

Prioritas Kebutuhan dalam negeri Bio Farma meningkatkan produksi vaksin dari 15 juta vial menjadi 19,5 juta. Koordinasi dengan Kemenkes dan BPOM Untuk percepatan release vaksin dan kesedian ADS dan sinergi dengan BUMN untuk distribusi vaksin.

Ada 3 komponen vaksin difteri yang digunakan:

  1. Vaksin Difteri Tetanus (DT) untuk usia 5-7 tahun
  2. Vaksin Tetanus difteri (Td) untuk usia di atas 7 tahun
  3. Vaksin Dofteri-Tetanus-Pertusis-Hepatitis B-Haemoohylus Influenzae Type B (DTP-Hb-Hib) untuk usia 1-5 tahun

 

Ayoo Jangan Lupa Imunisasi Ulang yaaa

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *